{"id":754,"date":"2022-01-11T11:09:43","date_gmt":"2022-01-11T04:09:43","guid":{"rendered":"https:\/\/duniacoding.info\/?p=754"},"modified":"2022-01-11T11:09:46","modified_gmt":"2022-01-11T04:09:46","slug":"belajar-laravel-2-cara-instalasi-laravel","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/duniacoding.id\/blog\/belajar-laravel-2-cara-instalasi-laravel\/","title":{"rendered":"Belajar Laravel #2 : Cara Instalasi Laravel"},"content":{"rendered":"\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"434\" src=\"https:\/\/duniacoding.info\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/carbon-1024x434.png\" alt=\"cara instalasi laravel\" class=\"wp-image-819\" srcset=\"https:\/\/duniacoding.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/carbon-1024x434.png 1024w, https:\/\/duniacoding.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/carbon-300x127.png 300w, https:\/\/duniacoding.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/carbon-768x325.png 768w, https:\/\/duniacoding.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/carbon.png 1228w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Okay, setelah kemarin kita kenalan dengan Laravel, di artikel ini kita akan belajar tentang Cara Instalasi Laravel. Tidak seperti bahasa Pemrograman biasa yang bisa kita langsung jalankan di Webserver kita atau kita <em>double click <\/em>seperti kita membuka File dengan exstensi<code> <em>HTML<\/em><\/code>, kita harus menginstall <code>Framework<\/code> agar bisa kita gunakan untuk developing Website kita. <\/p>\n\n\n\n<p>Jadi, jelas sebelum kita bisa menggunakan salah satu <code>Framework<\/code>, kita harus melakukan instalasi terlebih dahulu. Nah di artikel ini akan aku jelaskan cara-cara Instalasi Laravel pada beberapa Sistem Informasi yang Berbeda<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Penjelasan Cara Instalasi Laravel<\/h2>\n\n\n\n<p>Ada beberapa cara yang sebenarnya bisa kita gunakan untuk melakukan instalasi Laravel ini, dan biasanya itu semua berubah tergantung Sistem Operasi yang kita gunakan. Akan tetapi ada satu cara yang bisa dibilang <em>Universal <\/em>atau bisa digunakan di Sistem Opeasi Manapun, yaitu instalasi dengan <em>composer.<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Sekarang pertanyaanya adalah, apa itu <em>composer?<\/em> Nah, Composer merupakan sebuah aplikasi&nbsp;<em>package manager<\/em>&nbsp;untuk menginstall berbagai file PHP, terutama library dan framework yang dibuat menggunakan PHP. <strong>Package manager<\/strong>&nbsp;adalah sebutan untuk aplikasi yang bertugas mengelola&nbsp;<em>dependency<\/em>&nbsp;atau ketergantungan antar aplikasi.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Install Composer<\/h3>\n\n\n\n<p>Okay masuk ke langkah Pertama, kita harus install Composer. Composer ini memiliki website yang bisa kita akses untuk melakukan instalasi nya yaitu di <a href=\"https:\/\/getcomposer.org\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">getcomposer.org<\/a>. Silahkan dibuka dan lakukan instalasi sesuai dengan sistem Operasi yang kita pakai.<\/p>\n\n\n\n<p>Caranya, pertama akses Link <a href=\"http:\/\/getcomposer.org\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">http:\/\/getcomposer.org<\/a>, setelah itu pilih <em>Getting Started<\/em>. Setelah kita masuk ke Halaman tersebut, akan terdapat pilihan untuk melakukan instalasi. Silahkan lakukan instalasi sesuai dengan tutorial Sistem Opeasi masing-masing. <\/p>\n\n\n\n<p>Untuk Sistem Operasi Windows, cukup download file <em>.exe <\/em>nya lalu tinggal di-Run untuk menjalankan instalasi. Untuk Sistem Opeasi lain bisa menggunakan terminal untuk melakukan Instalasi <em>Composer-nya. <\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Setelah selesai instalasi <em>Composer<\/em>, kita bisa melihat apakah <em>composer <\/em>sudah terinstall dengan benar di Perangkat kita atau tidak. Caranya bisa masuk ke <em>Terminal <\/em>atau <em>cmd <\/em>lalu ketik <code>composer -v<\/code>. Nah ini akan memperlihatkan apakah <code>composer <\/code>kita sudah terinstall atau belum. Apabila sudah maka akan tampil seperti ini.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full is-resized\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/duniacoding.info\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/Laravel-1-1.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-814\" width=\"617\" height=\"347\" srcset=\"https:\/\/duniacoding.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/Laravel-1-1.png 882w, https:\/\/duniacoding.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/Laravel-1-1-300x169.png 300w, https:\/\/duniacoding.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/Laravel-1-1-768x432.png 768w\" sizes=\"(max-width: 617px) 100vw, 617px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Install Laravel via Composer<\/h3>\n\n\n\n<p>Setelah selesai melakukan instalasi <em>Composer. <\/em>Kita akan mulai masuk ke Cara Instalasi Laravel kita. Karena kita melakukan instalasi menggunakan <em>Composer<\/em>, jadi Cara instalasi dibawah ini bisa digunakan di Sistem Operasi manapun.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">1. Masuk ke Folder Tertentu<\/h4>\n\n\n\n<p>Nah, saat ingin menjalankan instalasi Laravel, aku sarankan kalian masuk ke Folder tertentu. Ini bertujuan agar kedepannya kalian mudah untuk membuka kembali Projek Laravel yang kalian install. <\/p>\n\n\n\n<p>Apabila kalian sudah menentukan Folder kalian akan melakukan Instalasi Larevel, selanjutnya buka Folder itu di dalam terminal kalian. Aku contohkan misal kalian ingin melakukan Instalasi di E:\\Laravel (Folder Laravel di Local Disk E). Nah selanjutnya kalian buka <em>Terminal <\/em>kalian lalu ketik <code>cd E:\\Laravel<\/code>. Maka terminal kita akan mengarah ke Folder Laravel tersebut. Seharusnya sekarang <em>Terminal <\/em>kalian tampil seperti ini<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img decoding=\"async\" width=\"584\" height=\"92\" src=\"https:\/\/duniacoding.info\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/Laravel-1-2.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-815\" srcset=\"https:\/\/duniacoding.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/Laravel-1-2.png 584w, https:\/\/duniacoding.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/Laravel-1-2-300x47.png 300w\" sizes=\"(max-width: 584px) 100vw, 584px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Bisa dilihat pada Gambar diatas, sudah masuk ke dalam Folder E:\\Laravel. Itu semua bisa dilihat di bagian Kanan terdapat tulisan<code> \/e\/Laravel<\/code><\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">2. Lakukan instalasi via Composer<\/h4>\n\n\n\n<p>Setelah kalian memastikan masuk ke Folder yang kalian inginkan. Kita tinggal melakukan instalasi Laravel kita. Caranya sangat mudah, tinggal ketikkan <em>syntax <\/em>ini di <em>Terminal <\/em>kalian masing-masing. <\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-syntaxhighlighter-code \"><pre class=\"brush: plain; title: ; notranslate\" title=\"\">\ncomposer create-project laravel\/laravel example-app\n<\/pre><\/div>\n\n\n<p>Sedikit penjelasan tentang <em>syntax <\/em>diatas. Pada ujung kanan <em>syntax <\/em>terdapat tulisan <code>example-app<\/code>. Nah ini adalah nama Folder Projek kita yang akan dibuat oleh Laravel. Aku sarankan untuk mengganti Tulisan itu sesuai dengan Projek yang kalian kerjakan. <\/p>\n\n\n\n<p>Nah sekarang tinggal kita tunggu proses instalasi Laravel kita. Prosesnya tidak akan lama, tapi tergantung dengan koneksi Internet kita.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img decoding=\"async\" width=\"581\" height=\"370\" src=\"https:\/\/duniacoding.info\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/Laravel-1-3.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-816\" srcset=\"https:\/\/duniacoding.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/Laravel-1-3.png 581w, https:\/\/duniacoding.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/Laravel-1-3-300x191.png 300w\" sizes=\"(max-width: 581px) 100vw, 581px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Seletah selesai melakukan instalasi, kita tinggal menjalankan Laravel kita<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">3. Menjalankan Laravel<\/h4>\n\n\n\n<p>Setelah selesai instalasi, kita diharuskan untuk membuka Folder instalasi kita. Misal tadi kita install dengan nama <code>example-app<\/code>. Maka kita harus masuk ke dalam Folder tersebut. Caranya mudah, tinggal ketik saja <code>cd example-app<\/code>.<\/p>\n\n\n\n<p>Setelah masuk ke Folder kita. kita tinggal menjalankan Laravel kita dengan <em>syntax <\/em>seperti dibawah ini<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-syntaxhighlighter-code \"><pre class=\"brush: plain; title: ; notranslate\" title=\"\">\nphp artisan serve\n<\/pre><\/div>\n\n\n<p>Nanti akan berjalan seperti ini di terminal kita<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img decoding=\"async\" width=\"581\" height=\"370\" src=\"https:\/\/duniacoding.info\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/Laravel-1-4.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-817\" srcset=\"https:\/\/duniacoding.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/Laravel-1-4.png 581w, https:\/\/duniacoding.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/Laravel-1-4-300x191.png 300w\" sizes=\"(max-width: 581px) 100vw, 581px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Langkah terakhir adalah membuka Laravel kita di Browser kita masing-masing. Cukup ketik di URL<code> localhost:8000<\/code> atau <code>127.0.0.1:8000<\/code>. Dan akan muncul seperti ini<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"555\" src=\"https:\/\/duniacoding.info\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/Laravel-1-5-1024x555.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-818\" srcset=\"https:\/\/duniacoding.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/Laravel-1-5-1024x555.png 1024w, https:\/\/duniacoding.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/Laravel-1-5-300x163.png 300w, https:\/\/duniacoding.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/Laravel-1-5-768x416.png 768w, https:\/\/duniacoding.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/Laravel-1-5-1536x832.png 1536w, https:\/\/duniacoding.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/Laravel-1-5.png 1920w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Kesimpulan<\/h2>\n\n\n\n<p>Nah kita sudah selesai mempraktekan Cara instalasi Laravel. Kedepannya setiap kita ingin melakukan instalasi, Cara instalasi Laravel ini bisa kalian gunakan kembali. Perlu di ingat bahwa Cara instalasi Laravel sebenarnya tidak hanya ini. Masih ada beberapa cara Instalasi Laravel lain yang bisa kalian lihat di dokumentasi nya di <a href=\"http:\/\/laravel.com\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">laravel.com<\/a>.<\/p>\n\n\n\n<p>Oh iya, buat kalian yang belum kenalan dengan Laravel tapi sudah melakukan instalasi, kenalan dulu disini ya<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\"><li><a href=\"https:\/\/duniacoding.info\/kenapa-harus-belajar-laravel\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Belajar Laravel 8 #1 : Kenapa Harus Belajar Laravel?<\/a><\/li><\/ol>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Okay, setelah kemarin kita kenalan dengan Laravel, di artikel ini kita akan belajar tentang Cara Instalasi Laravel. Tidak seperti bahasa Pemrograman biasa yang bisa kita langsung jalankan di Webserver kita atau&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":819,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[8],"tags":[93,94,49],"class_list":["post-754","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-tutorial","tag-laravel","tag-laravel-8","tag-tutorial"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/duniacoding.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/754","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/duniacoding.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/duniacoding.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/duniacoding.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/duniacoding.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=754"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/duniacoding.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/754\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":873,"href":"https:\/\/duniacoding.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/754\/revisions\/873"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/duniacoding.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/819"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/duniacoding.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=754"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/duniacoding.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=754"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/duniacoding.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=754"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}