{"id":449,"date":"2021-11-30T09:41:14","date_gmt":"2021-11-30T02:41:14","guid":{"rendered":"https:\/\/duniacoding.info\/?p=449"},"modified":"2021-11-30T09:41:16","modified_gmt":"2021-11-30T02:41:16","slug":"belajar-php-fungsi-pada-php","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/duniacoding.id\/blog\/belajar-php-fungsi-pada-php\/","title":{"rendered":"Belajar PHP #6 : Mengenal Fungsi pada PHP"},"content":{"rendered":"\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"956\" src=\"https:\/\/duniacoding.info\/wp-content\/uploads\/2021\/11\/carbon-2-2-1024x956.png\" alt=\"Fungsi pada PHP\" class=\"wp-image-457\" srcset=\"https:\/\/duniacoding.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/11\/carbon-2-2-1024x956.png 1024w, https:\/\/duniacoding.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/11\/carbon-2-2-300x280.png 300w, https:\/\/duniacoding.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/11\/carbon-2-2-768x717.png 768w, https:\/\/duniacoding.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/11\/carbon-2-2.png 1512w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Fungsi pada PHP (Function) merupakan hal yang akan sering kalian temui seiring kalian tenggelam semakin dalam di dunia Per-Codingan. Fungsi (Function) adalah hal yang akan kalain temukan di hampir semua bahasa Pemrograman, pada Bahasa PHP, kita akan sering sekali menggunakan Fungsi ini<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Pengertian Fungsi pada PHP<\/h2>\n\n\n\n<p>Fungsi (Function) pada PHP adalah sekumpulan instruksi yang dibungkus dalam sebuah blok Codingan. Fungsi ini dapat digunakan berulang-ulang tanpa dideklarasikan ulang. Banyak fungsi <em>build-in<\/em> yang terdapat pada PHP dan sering kita gunakan seperti <code>print()<\/code>, <code>print_r()<\/code>, <code>count()<\/code>, dll. Selain itu kita juga bisa membuat Fungsi lain seperti yang kita inginkan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Cara membuat Fungsi pada PHP<\/h2>\n\n\n\n<p>Fungsi pada PHP dibuat dengan kata kunci <code>function<\/code>, lalu di ikuti dengan nama fungsinya. Disarankan dalam penamaan fungsi ini benar-benar jelas dan tidak menggunakan spasi, karena Fungsi pada PHP tidak bisa membaca spasi. <\/p>\n\n\n\n<p>Contoh misal kita ingin membuat Fungsi &#8220;Nama Karyawan&#8221;, karena kita tidak bisa menggunakan spasi, maka kita hanya bisa membuat fungsi tanpa spasi seperti ini <code>namaKaryawan()<\/code>. Berikut contoh pembuatan fungsi pada PHP<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-syntaxhighlighter-code \"><pre class=\"brush: plain; title: ; notranslate\" title=\"\">\nfunction namaKaryawan()\n{\n    \/\/.. Isi Fungsi\n}\n<\/pre><\/div>\n\n\n<p>Bisa dilihat dari Potongan kode diatas. <code>function <\/code>diperlukan untuk mendeklarasikan fungsi, lalu di ikuti dengan nama fungsi dan <code>()<\/code>. Berikutnya isi fungsi diletakkan didalam kurung kurawal <code>{...}<\/code>. <\/p>\n\n\n\n<p>Berikut akan aku tampilkan Fungsi yang memiliki isi dan bagaimana cara menampilkannya<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-syntaxhighlighter-code \"><pre class=\"brush: plain; title: ; notranslate\" title=\"\">\n&lt;?php\n\nfunction perkenalan()\n{\n    echo &quot;Perkenalkan nama saya Alfian Luthfi&lt;br \/&gt;&quot;;\n    echo &quot;Senang bertemu dengan anda&quot;;\n}\n\nperkenalan();\n<\/pre><\/div>\n\n\n<p>Potongan syntax diatas akan menghasilkan<\/p>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-code\"><code>Perkenalkan nama saya Alfian Luthfi\nSenang bertemu dengan anda<\/code><\/pre>\n\n\n\n<p>Nah, seperti Potongan syntax diatas. Fungsi pada PHP bisa dipanggil dengan menuliskan nama fungsinya dan di ikuti<code> ()<\/code>. Contohnya seperti fungsi <code>perkenalan <\/code>diatas yang dipanggil dengan cara menulis <code>perkenalan()<\/code>.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Fungsi dengan Parameter<\/h2>\n\n\n\n<p>Sebelum lanjut, kita harus tau terlebih dahulu apa itu Parameter. Dalam Pemrograman, Parameter &nbsp;adalah suatu nilai (berypa variabel) yang dikirimkan ke&nbsp;<strong>dalam<\/strong>&nbsp;fungsi, yang kemudian akan ikut diproses di&nbsp;<strong>dalam<\/strong>&nbsp;badan fungsi. Dengan menggunakan&nbsp;<strong>parameter<\/strong>, suatu fungsi dapat memberikan hasil yang dinamis. <\/p>\n\n\n\n<p>Nah sesuai pengertiannya, Parameter ini bisa kita gunakan untuk membuat fungsi kita lebih dinamis. Mungkin akan langsung aku berikan contoh<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-syntaxhighlighter-code \"><pre class=\"brush: plain; title: ; notranslate\" title=\"\">\n&lt;?php\n\nfunction perkenalan($nama)\n{\n    echo &quot;Perkenalkan nama saya $nama&lt;br \/&gt;&quot;;\n    echo &quot;Senang bertemu dengan anda&lt;br \/&gt;&quot;;\n}\n\nperkenalan(&#039;Alfian&#039;);\necho &quot;&lt;hr \/&gt;&quot;;\nperkenalan(&#039;Fery&#039;);\n<\/pre><\/div>\n\n\n<p>Bisa kita lihat diatas. fungsi <code>perkenalan()<\/code> sekarang memiliki parameter di dalamnya yaitu <code>$nama<\/code>. Nah, <code>$nama<\/code> ini bisa kita isi dengan isi yang berbeda. Misal diatas di isi dengan<code> ('Alfian') <\/code>dan<code> ('Fery')<\/code>. Potongan syntax diatas akan menghasilkan<\/p>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-code\"><code>Perkenalkan nama saya Alfian\nSenang bertemu dengan anda\n\nPerkenalkan nama saya Fery\nSenang bertemu dengan anda<\/code><\/pre>\n\n\n\n<p>Nah, seperti yang teman-teman lihat. Nama pada perkenalan yang atas dan yang bawah berbeda, itu semua dikarenakan fungsi perkenalan di isi dengan 2 nama yang berbeda yaitu <code>perkenalan('Alfian'); <\/code>dan <code>perkenalan('Fery');<\/code><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Fungsi dengan Parameter Default<\/h2>\n\n\n\n<p>Parameter pada fungsi kita ini sebenarnya bisa kita berikan sebuah nilai <em>default, <\/em>yang artinya fungsi yang kita buat tidak akan <em>Error <\/em>apabila kita tidak mengisi nilainya. Misal disini akan saya contohkan <em>Default <\/em>parameter untuk<code> $nama<\/code>. dan saya akan memberikan nilai <em>default <\/em>agar tidak <em>Error <\/em>apabila tidak diisi.<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-syntaxhighlighter-code \"><pre class=\"brush: plain; title: ; notranslate\" title=\"\">\n&lt;?php\n\nfunction perkenalan($nama = &#039;Andi&#039;)\n{\n    echo &quot;Perkenalkan nama saya $nama&lt;br \/&gt;&quot;;\n    echo &quot;Senang bertemu dengan anda&lt;br \/&gt;&quot;;\n}\n\nperkenalan();\necho &quot;&lt;hr \/&gt;&quot;;\nperkenalan(&#039;Fery&#039;);\n<\/pre><\/div>\n\n\n<p>Sytax diatas akan menghasilkan output<\/p>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-code\"><code>Perkenalkan nama saya Andi\nSenang bertemu dengan anda\nPerkenalkan nama saya Fery\nSenang bertemu dengan anda<\/code><\/pre>\n\n\n\n<p>Bisa dilihat pada output diatas. Kita menjalankan Fungsi <code>perkenalan()<\/code> tanpa memberikan isi untuk parameter <code>$nama<\/code>, akan tetapi outputnya tidak <em>Error <\/em>dan bahkan menghasilkan output yaitu <code>Andi<\/code>. Ini semua terjadi karena kita telah memberikan nilai <em>default <\/em>kita pada fungsi <code>$nama<\/code> yaitu <code>'Andi'<\/code>.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Fungsi yang Nengembalikan Nilai<\/h2>\n\n\n\n<p>Fungsi pada PHP jug abisa mengembalikan nilai yang di proses didalam fungsi kita, oleh karena itu kita bisa membuat fungsi perhitungan sederhana di dalam PHP. <\/p>\n\n\n\n<p>untuk mengembalikan nilai di dalam fungsi, kita dapat menggunakan kata kunci <code>return<\/code>. Berikut contohnya<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-syntaxhighlighter-code \"><pre class=\"brush: plain; title: ; notranslate\" title=\"\">\n&lt;?php\n\nfunction luasPersegi($sisi)\n{\n    $luas = $sisi * $sisi;\n    return $luas;\n}\n\nfunction kelilingPersegi($sisi)\n{\n    $keliling = $sisi * 4;\n    return $keliling;\n}\n\necho &quot;Luas Persegi adalah = &quot; . luasPersegi(5) . &quot; cm^2 dan Kelilignya adalah = &quot; . kelilingPersegi(5) . &quot; cm&quot;;\n<\/pre><\/div>\n\n\n<p>Syntax diatas akan menghasilkan output<\/p>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-code\"><code>Luas Persegi adalah = 25 cm^2 dan Kelilignya adalah = 20 cm<\/code><\/pre>\n\n\n\n<p>Nah bisa dilihat diatas, aku sudah membuat 2 fungsi yang berbeda yaitu <code>luasPersegi()<\/code> dan <code>$kelilingPersegi<\/code>. Kedua Fungsi tersebut me-<code>return<\/code> 2 hal yang berbeda yaitu <code>$luas <\/code>dan <code>$keliling<\/code>.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Memenggil Fungsi didalam Fungsi<\/h2>\n\n\n\n<p>Fungsi pada PHP berikutnya ini cukup rumit. Pada Pemrograman PHP, kita bisa memanggil fungsi didalam fungsi lain yang kita buat. Simplenya, fungsi yang sebelumnya kita buat, bisa kita jalankan didalam fungsi kita sendiri. Berikut contohnya<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-syntaxhighlighter-code \"><pre class=\"brush: plain; title: ; notranslate\" title=\"\">\n&lt;?php\n\nfunction lamaKerja($thn_mulai, $thn_sekarang)\n{\n    $lama = $thn_sekarang - $thn_mulai;\n    return $lama;\n}\n\nfunction perkenalan($nama, $tempatKerja = &#039;Dunia Coding&#039;)\n{\n    echo &quot;Perkenalkan Saya $nama&lt;br\/&gt;&quot;;\n    echo &quot;Saya telah bekerja di $tempatKerja selama &quot; . lamaKerja(2019, 2021) . &quot; tahun&quot;;\n}\n\nperkenalan(&quot;Alfian&quot;);\n<\/pre><\/div>\n\n\n<p>Bisa dilihat pada codingan diatas, aku memanggil fungsi <code>lamaKerja()<\/code> didalam fungsi <code>perkenalan()<\/code>. Hasil dari codingan diatas adalah<\/p>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-code\"><code>Perkenalkan Saya Alfian\nSaya telah bekerja di Dunia Coding selama 2 tahun<\/code><\/pre>\n\n\n\n<p>Nah, bisa kita lihat juga fungsi <code>lamaKerja()<\/code> juga berjalan didalam fungsi <code>perkenalan()<\/code> dan berhasil menghasilkan output <code>2<\/code> tahun.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Fungsi Rekrusif<\/h2>\n\n\n\n<p>Fungsi Rekrusif adalah fungsi yang memanggil dirinya sendiri. Fungsi ini biasanya digunakan untuk menyelesaikan masalah bilangan seperti faktorial, fibbonaci, dan pemrograman dinamis. Berikut contohnya<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-syntaxhighlighter-code \"><pre class=\"brush: plain; title: ; notranslate\" title=\"\">\n&lt;?php\n\nfunction faktorial($angka)\n{\n    if ($angka &lt; 2) {\n        return 1;\n    } else {\n        \/\/ memanggil dirinya sendiri\n        return ($angka * faktorial($angka - 1));\n    }\n}\n\n\/\/ memanggil fungsi\necho &quot;faktorial 5 adalah &quot; . faktorial(5);\n<\/pre><\/div>\n\n\n<p>Bisa dilihat pada codingan diatas, kita memanggil fungsi <code>faktorial()<\/code> di dalam fungsi <code>faktorial().<\/code> seperti itulah fungsi Rekrisuf bekerja.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Kesimpulan<\/h2>\n\n\n\n<p>Fungsi pada PHP adalah hal yang harus benar-benar kita pelajari agar kita lebih mudah mendalami Percodingan Duniawi kedepannya. Kalian juga bisa melihat Tutorial PHP lainnya dibawah ini<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\"><li><a href=\"https:\/\/duniacoding.info\/belajar-php-perulangan-pada-php\/\" data-type=\"URL\" data-id=\"https:\/\/duniacoding.info\/belajar-php-perulangan-pada-php\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Belajar PHP #5 : Belajar Perulangan pada PHP<\/a><\/li><\/ol>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Fungsi pada PHP (Function) merupakan hal yang akan sering kalian temui seiring kalian tenggelam semakin dalam di dunia Per-Codingan. Fungsi (Function) adalah hal yang akan kalain temukan di hampir semua bahasa&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":455,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[8],"tags":[69,46,49,61],"class_list":["post-449","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-tutorial","tag-fungsi","tag-php","tag-tutorial","tag-tutorial-php"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/duniacoding.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/449","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/duniacoding.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/duniacoding.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/duniacoding.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/duniacoding.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=449"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/duniacoding.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/449\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":518,"href":"https:\/\/duniacoding.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/449\/revisions\/518"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/duniacoding.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/455"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/duniacoding.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=449"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/duniacoding.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=449"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/duniacoding.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=449"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}