{"id":377,"date":"2021-11-23T11:28:42","date_gmt":"2021-11-23T04:28:42","guid":{"rendered":"https:\/\/duniacoding.info\/?p=377"},"modified":"2021-11-23T11:28:43","modified_gmt":"2021-11-23T04:28:43","slug":"belajar-php-percabangan-pada-php","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/duniacoding.id\/blog\/belajar-php-percabangan-pada-php\/","title":{"rendered":"Belajar PHP #4 : Mengenal Percabangan pada PHP"},"content":{"rendered":"\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"816\" src=\"https:\/\/duniacoding.info\/wp-content\/uploads\/2021\/11\/carbon-3-1024x816.png\" alt=\"Percabangan pada PHP\" class=\"wp-image-380\" srcset=\"https:\/\/duniacoding.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/11\/carbon-3-1024x816.png 1024w, https:\/\/duniacoding.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/11\/carbon-3-300x239.png 300w, https:\/\/duniacoding.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/11\/carbon-3-768x612.png 768w, https:\/\/duniacoding.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/11\/carbon-3.png 1476w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Pada tutorial ini, kita akan mempelajari Percabangan pada PHP. Sesuai dengan namanya, percabangan merupakan sebuah alur pada Pemrograman yang bercabang sesuai dengan kondisi yang ada di dalam sistem.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Mengenal Percabangan pada PHP<\/h2>\n\n\n\n<p>Dalam ilmu komputer,<strong> percabangan<\/strong>&nbsp;adalah fitur dari&nbsp;bahasa pemrograman&nbsp;yang melakukan perhitungan atau tindakan yang berbeda tergantung pada apakah kondisi&nbsp;yang ditentukan pemrogram mengevaluasi benar atau salah. Simple nya, Percabangan akan membaca kondisi yang dikirimkan, apabila kondisi bernilai <strong><em>True<\/em><\/strong>, maka syntax akan di eksekusi. Apabila bernilai <strong><em>False<\/em><\/strong>, maka syntax di dalam percabangan tidak akan di eksekusi<\/p>\n\n\n\n<p>Berikut aku sertakan contoh dari Flowchart<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large is-resized\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/duniacoding.info\/wp-content\/uploads\/2021\/11\/flowc-1024x860.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-382\" width=\"527\" height=\"442\" srcset=\"https:\/\/duniacoding.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/11\/flowc-1024x860.png 1024w, https:\/\/duniacoding.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/11\/flowc-300x252.png 300w, https:\/\/duniacoding.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/11\/flowc-768x645.png 768w, https:\/\/duniacoding.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/11\/flowc-1536x1290.png 1536w, https:\/\/duniacoding.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/11\/flowc.png 1848w\" sizes=\"(max-width: 527px) 100vw, 527px\" \/><figcaption>Flowchart percabangan sederhana<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Bisa kita lihat dari Flowchart diatas, ada percabangan sederhana yang berkaitan dengan nilai. Jadi, apabila Nilai yang kita inputkan lebih besar dari 80 <code>Nilai &gt; 80?<\/code>, Jika Iya (<strong><em>True<\/em><\/strong>) maka output yang akan dihasilkan adalah <code>output \"Nilai A\"<\/code> dan apabila input yang kita berikan lebih kecil dari 80, maka hasilnya akan salah (<em><strong>False<\/strong><\/em>).<\/p>\n\n\n\n<p>Itu tadi merupakan contoh sederhana dalam Percabangan pada PHP, kedepannya kita bisa membuat Percabangan yang lebih Kompleks yang memiliki banyak sekali percabangan.<\/p>\n\n\n\n<p>Ada beberapa pilihan saat kita ingin melakukan Percabangan pada PHP (atau bahkan bahasa pemrograman lain), beberpa pilihan antara lain<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>If<\/li><li>If else<\/li><li>If elseif<\/li><li>If elseif else<\/li><li>switch case<\/li><li>operator ternary<\/li><\/ul>\n\n\n\n<p>Pada artikel kali ini, akan dijelaskan satu-persatu contoh percabangan diatas.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Percabangan If<\/h2>\n\n\n\n<p>Percabangan ini merupakan percabangan paling sederhana. Struktur penulisan percabangan ini bisa ditulis seperti ini<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-syntaxhighlighter-code \"><pre class=\"brush: plain; title: ; notranslate\" title=\"\">\n&lt;?php\n$nilai = 90;\n\nif ($nilai &gt; 80) {\n    echo &quot;Nilai diatas 80, Nilai A&quot;;\n}\n<\/pre><\/div>\n\n\n<p>Pada potongan syntax diatas, terjadi kondisi percabangan If dimana jika <code>$nilai diatas 80. <\/code>Maka akan muncul output<\/p>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-code\"><code>Nilai diatas 80, Nilai A<\/code><\/pre>\n\n\n\n<p>Logikanya mirip dengan <em>flowchart <\/em>diatas. Akan tetapi, syntax diatas tidak memberikan kondisi saat<code> $nilai dibawah 80<\/code>. dikarenakan Percabangan<code> if<\/code> hanya memiliki 1 cabang, yaitu cabang bila  <code>$nilai dibawah 80<\/code>.  <\/p>\n\n\n\n<p>Nah, mudah dipahami kan. Kita akan lanjut ke Materi Percabangan berikutnya<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Percabangan If Else<\/h2>\n\n\n\n<p>Percabangan <code>If Else<\/code> ini sebenarnya mirip dengan Percabangan <code>If<\/code>, akan tetapi apabila Perecabangan <code>If<\/code> tidak menampilkan apapun apabila kondisinya salah, Percabangan<code> If Else<\/code> bisa menammpilkan kondisi apabila salah. Contoh syntax nya bisa dilihat dibawah ini<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-syntaxhighlighter-code \"><pre class=\"brush: plain; title: ; notranslate\" title=\"\">\n&lt;?php\n$nilai = 70;\n\nif ($nilai &gt; 80) {\n    echo &quot;Nilai diatas 80, Nilai A&quot;;\n} else {\n    echo &quot;Nilai dibawah 80, Nilai B&quot;;\n}\n<\/pre><\/div>\n\n\n<p>Potongan syntax diatas akan menghasilkan output seperti ini<\/p>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-code\"><code>Nilai dibawah 80, Nilai B<\/code><\/pre>\n\n\n\n<p>Seperti yang dijelaskan sebelumnya, Percabangan <code>If Else<\/code> bisa memberikan output apabila kondisi tidak sesuai dengan kondisi awalnya. Seperti potongan syntax diatas. Isi dari <code>$nilai<\/code> adalah 70, yang jelas berada dibawah kondisi <code>If <\/code>yaitu <code>$nilai &gt; 80<\/code>. Oleh karena itu, kondisi <code>else<\/code> dijalankan, karena kondisi <code>If <\/code>bernilai salah (<em><strong>False<\/strong><\/em>)<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Percabangan If Elseif<\/h2>\n\n\n\n<p>Percabangan pada PHP yang ketiga adalah <code>If Elseif<\/code> ini mirip dengan percabangan <code>If Else<\/code>, perbedaanya<code> If Elseif<\/code> ini memiliki kondisi yang lain untuk percabangannya. Contoh kasusnya, apabila kita input <code>$nilai<\/code> pada Percabangan ini, bisa saja nilai yang kita inputkan tidak memenuhi syarat pertama, akan tetapi memenuhi syarat kedua didalam percabangan ini. Contoh Syntaxnya seperti ini <\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-syntaxhighlighter-code \"><pre class=\"brush: plain; title: ; notranslate\" title=\"\">\n&lt;?php\n$nilai = 72;\n\nif ($nilai &gt; 80) {\n    echo &quot;Nilai diatas 80, Nilai A&quot;;\n} elseif ($nilai &gt; 70) {\n    echo &quot;Nilai diatas 70, Nilai B&quot;;\n} elseif ($nilai &gt; 50) {\n    echo &quot;Nilai diatas 50, Nilai C&quot;;\n}\n<\/pre><\/div>\n\n\n<p>Potongan syntax diatas memiliki output<\/p>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-code\"><code>Nilai diatas 70, Nilai B<\/code><\/pre>\n\n\n\n<p>Bisa kita lihat, <code>$nilai<\/code> memiliki isi sejumlah<code> 72<\/code>, nilai ini tidak memenuhi kondisi <code>if<\/code> yang pertama, karena memiliki syarat <code>$nilai &gt; 80<\/code>, akan tetapi, dia memenuhi syarat kedua yaitu pada <code>elseif($nilai &gt; 70) <\/code>dengan itu muncul potongan syntax pada cabang kedua yaitu <code>echo \"Nilai diatas 70, Nilai B\";<\/code>. Begitulah cara kerja dari Percabangan <code>If Elseif<\/code><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Percabangan If Elseif Else<\/h2>\n\n\n\n<p>Percabangan pada PHP berikutnya adalah Percabangan <code>If Elseif Else<\/code>. Konsepnya merupakan gabungan dari 2 percabangan diatas, yaitu <code>If Else<\/code> dan <code>If Elseif<\/code>. Simplenya disini kita memiliki potongan syntax apabila kondisi dari percabangan tidak terpenuhi semua, yaitu dengan <code>Else<\/code>. Berikut contoh Code nya<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-syntaxhighlighter-code \"><pre class=\"brush: plain; title: ; notranslate\" title=\"\">\n&lt;?php\n$nilai = 48;\n\nif ($nilai &gt; 80) {\n    echo &quot;Nilai diatas 80, Nilai A&quot;;\n} elseif ($nilai &gt; 70) {\n    echo &quot;Nilai diatas 70, Nilai B&quot;;\n} elseif ($nilai &gt; 50) {\n    echo &quot;Nilai diatas 50, Nilai C&quot;;\n} else {\n    echo &quot;Nilai tidak memenuhi Standar, Nilai D&quot;;\n}\n<\/pre><\/div>\n\n\n<p>Syntax diatas akan menghasilkan output<\/p>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-code\"><code>Nilai tidak memenuhi Standar, Nilai D<\/code><\/pre>\n\n\n\n<p>Bisa kita lihat, <code>$nilai<\/code> memiliki isi sebanyak <code>48<\/code>, dan karena <code>$nilai<\/code> ini tidak memenuhi semua cabang yang ada, dia masuk ke <code>Else <\/code>yaitu <code>echo \"Nilai tidak memenuhi Standar, Nilai D\";<\/code>.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Switch Case<\/h2>\n\n\n\n<p>Percabangan pada PHP berikutnya adlaah <code>Switch Case.<\/code> Percabangan ini sedikit berbeda dengan percabangan sebelumnya, Lebih jelasnya, mari kita lihat contoh Codingan dibawah ini<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-syntaxhighlighter-code \"><pre class=\"brush: plain; title: ; notranslate\" title=\"\">\n&lt;?php\n$role = 2;\n\nswitch ($role) {\n    case 1:\n        echo &quot;Role Admin&quot;;\n        break;\n    case 2:\n        echo &quot;Role Pengunjung&quot;;\n        break;\n    default:\n        echo &quot;Role Tidak ditemukan&quot;;\n        break;\n}\n<\/pre><\/div>\n\n\n<p>Codingan diatas menghasilkan output<\/p>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-code\"><code>Role Pengunjung<\/code><\/pre>\n\n\n\n<p>Bisa dilihat hasil dari Percabangan pada PHP diatas keluar <code>Role Pengunjung<\/code>. Seperti yang kita lihat pada<code> $role = 2<\/code>. Menghasilkan pada <code>case 2<\/code> yaitu <code>Role Pengunjung<\/code>. <\/p>\n\n\n\n<p>Pad Switch Case juga terdapat <code>default<\/code>. Nah <code>default<\/code> ini berfungsi untuk menampilkan hasil apabila <code>$role<\/code> tidak memenuhi nilai di <code>case <\/code>yang kita punya.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Operator Ternary<\/h2>\n\n\n\n<p>Percabangan pada PHP terakhir yang akan kita bahas adalah <code>Operator Ternary<\/code>. Operator ini merupakan bentuk sederhana dari <code>If Else<\/code>. Bentuk Codingnya seperti ini<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-syntaxhighlighter-code \"><pre class=\"brush: plain; title: ; notranslate\" title=\"\">\n&lt;?php\n    &lt;kondisi&gt; ? true : false;\n<\/pre><\/div>\n\n\n<p>Apabila diterapkan pada Codingan, Kita harus tau kondisi kita ada pada <em><strong>True <\/strong><\/em>atau <em><strong>False. <\/strong><\/em>Apabila <em><strong>True, <\/strong><\/em>maka akan dimunculkan kondisi pertama, dan apabila <em><strong>False, <\/strong><\/em>akan ditampilkan kondisi kedua. Begini penerapannya<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-syntaxhighlighter-code \"><pre class=\"brush: plain; title: ; notranslate\" title=\"\">\n&lt;?php\n$nilai = 90;\necho $nilai &gt; 80 ? &quot;Nilai: A&quot; : &quot;Nilai: Bukan A&quot;;\n<\/pre><\/div>\n\n\n<p>Codinga diatas akan menghasilkan hasil<\/p>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-code\"><code>Nilai: A<\/code><\/pre>\n\n\n\n<p>Nah, seperti itulah penerapan dari <code>Operator Ternary<\/code>. Cukup sederhana bukan?.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Percabangan Bersarang<\/h2>\n\n\n\n<p>Berikutnya, kita akan mempelajari Percabangnan Bersarang. Maksud dari Percabangan Bersarang ini adalah ada Percabangan di dalam Percabangan. Simplenya seperti ini<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-syntaxhighlighter-code \"><pre class=\"brush: plain; title: ; notranslate\" title=\"\">\n&lt;?php\n$nilai = 90;\n$hadir = 10;\n\nif ($hadir &gt; 8) {\n    if ($nilai &gt; 80) {\n        echo &quot;Presensi Memenuhi, Nilai A&quot;;\n    } else {\n        echo &quot;Presensi Memenuhi, Nilai B&quot;;\n    }\n} else {\n    echo &quot;Presensi tidak Memenuhi&quot;;\n}\n<\/pre><\/div>\n\n\n<p>Output dari coding diatas adalah<\/p>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-code\"><code>Presensi Memenuhi, Nilai A<\/code><\/pre>\n\n\n\n<p>Bisa dilihat dia memiliki 2 kondisi, <code>$nilai<\/code> dan <code>$hadir<\/code>. dan Apabila dia <code>$hadir<\/code> lebih dari 8 kali, dia masih harus mendapatkan percabangan dimana nilai dia ada diatas 80 atau tidak.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Kesimpulan<\/h2>\n\n\n\n<p>Itu tadi adalah beberapa penjelasan Percabangan pada PHP termasuk cara penerapannya. Percabangan pada PHP ini adalah hal yang wajib kita pelajari untuk membuat sistem kedepannya. <br>Jangan lupa lihat Postingan sebelumnya yaitu tentang Array <a href=\"https:\/\/duniacoding.info\/belajar-php-array-dalam-php\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">disini<\/a>. <\/p>\n\n\n\n<p>Oh iya, temen-temen juga bisa membaca dokumentasi dari PHP langsung di websitenya <a href=\"https:\/\/www.php.net\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">www.php.net\/<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pada tutorial ini, kita akan mempelajari Percabangan pada PHP. Sesuai dengan namanya, percabangan merupakan sebuah alur pada Pemrograman yang bercabang sesuai dengan kondisi yang ada di dalam sistem. Mengenal Percabangan pada&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":380,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[8],"tags":[60,46,61],"class_list":["post-377","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-tutorial","tag-perecabangan","tag-php","tag-tutorial-php"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/duniacoding.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/377","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/duniacoding.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/duniacoding.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/duniacoding.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/duniacoding.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=377"}],"version-history":[{"count":6,"href":"https:\/\/duniacoding.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/377\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":428,"href":"https:\/\/duniacoding.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/377\/revisions\/428"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/duniacoding.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/380"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/duniacoding.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=377"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/duniacoding.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=377"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/duniacoding.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=377"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}