{"id":1096,"date":"2022-03-08T11:00:00","date_gmt":"2022-03-08T04:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/duniacoding.info\/?p=1096"},"modified":"2022-04-26T14:13:15","modified_gmt":"2022-04-26T07:13:15","slug":"belajar-laravel-export-pada-laravel-part-1","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/duniacoding.id\/blog\/belajar-laravel-export-pada-laravel-part-1\/","title":{"rendered":"Belajar Laravel 8 #12 : Sistem Export pada Laravel Part 1"},"content":{"rendered":"\n<figure class=\"wp-block-image size-full is-resized\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/duniacoding.info\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/laravel_logo_icon_170314.png\" alt=\"export-pada-laravel\" class=\"wp-image-762\" width=\"839\" height=\"420\" srcset=\"https:\/\/duniacoding.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/laravel_logo_icon_170314.png 512w, https:\/\/duniacoding.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/laravel_logo_icon_170314-300x150.png 300w\" sizes=\"(max-width: 839px) 100vw, 839px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Artikel kali ini akan membahas Sistem Export pada Laravel. Sebelum kita masuk lebih dalam, teman-teman tau engga sih sistem Export adalah sebuah sistem yang sering sekali digunakan dalam Sistem Informasi. Banyak hal yang bisa kita manfaatkan dengan dengan Sistem Export ini, seperti mengambil Data dalam bentuk Dokumen.<\/p>\n\n\n\n<p>Nah, sistem Export pada Laravel ini sangat mudah untuk kita buat, salah satunya dengan <em>liblary<\/em> gratis yang bisa kita gunakan salah satunya DOMPDF yang bisa dilihat di <a href=\"https:\/\/github.com\/barryvdh\/laravel-dompdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Laravel-Dompdf.<\/a><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Penjelasan Sistem Export pada Laravel<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Nah, pada fitur <em>Export <\/em>ini ada beberapa langkah yang harus kita lakukan sebelum mulai Ngoding. Beberapa langkah ini berhubungan dengan <em>install <\/em>Liblary sampai <em>setting <\/em>beberapa File untuk kebutuhan Fitur kita. <\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Install Liblary DOMPDF<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p><em>Liblary DOMPDF <\/em>adalah sebuah alat yang kita gunakan untuk mengkonversi HTML menjadi PDF. Dokumentasi lengkah dari <em>liblary <\/em>ini bisa kalian dapat dilink ini <a href=\"https:\/\/github.com\/barryvdh\/laravel-dompdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">github.com\/barryvdh\/laravel-dompdf<\/a>.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Mengatur File Tertentu<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Setelah selesai <em>install liblary <\/em>ini kita akan terfokus untuk mengganti <em>setting <\/em>pada File tertentu. Pada file ini kita secara tidak langsung akan &#8220;memperkenalkan&#8221; <em>Liblary <\/em>kita di Projek Laravel yang kita buat, sehingga Projek Laravel kita bisa menggunakan Fitur ini. <\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Praktek pembuatan Sistem Export pada Laravel<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Okay sekarang kita akan Praktek bagaimana Sistem Export pada Laravel ini bekerja. Disini kita akan praktek mulai dari instalasi Laravel, instalasi <em>Liblary<\/em>, sampai nanti Praktek untuk menjalankan Fitur Export ini. <\/p>\n\n\n\n<p>Kita akan mempraktekan Fitur Export untuk Data Karyawan, jadi kita akan membuat Projek Laravel khusus untuk itu. <\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Install Projek Laravel<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Instalasi ini bisa kalian lihat detail nya di artikel ini <a href=\"https:\/\/duniacoding.info\/belajar-laravel-2-cara-instalasi-laravel\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">duniacoding.info\/belajar-laravel-2-cara-instalasi-laravel<\/a>. Disini kita akan mempraktekan sekilas saja. Perama, buka terminal lalu jalankan syntax dibawah ini<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-syntaxhighlighter-code \"><pre class=\"brush: plain; title: ; notranslate\" title=\"\">\ncomposer create-project laravel\/laravel:^8.0 data-karyawan\n<\/pre><\/div>\n\n\n<p>Setelah selesai, kita bisa masuk kedalam Folder <code>data-karyawan<\/code> yang sudah kita buat, lalu jalankan Laravel dengan syntax <code>php artisan serve<\/code>.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Membuat dan Mengatur Database<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Setelah berhasil melakukan instalasi dari Laravel ini, berikutnya kita akan membuat Database dan mengatur Database itu sesuai kebutuhan kita. Database yang akan kita buat terfokus kepada satu Tabel yaitu Tabel Karyawan saja. <\/p>\n\n\n\n<p>Yang pertama kita harus buat adalah <em><code>Model, Controller, dan Migrations<\/code> <\/em>untuk Tabel Karyawan. Apabila kalian sudah menginstall <em>Extention <\/em>Laravel Artisan pada VsCode, kita akan dimudahkan dalam pembuatan <em><em><code>Model, Controller, dan Migrations<\/code><\/em><\/em> ini.<\/p>\n\n\n\n<p>Caranya klik&nbsp;<code>Ctrl + Shift + P<\/code>. Lalu pilih&nbsp;<code>&gt;Make Model<\/code>, Setelah itu buat Nama Model&nbsp;<code>Karyawan<\/code>, setelah itu akan ada pilihan untuk membuat&nbsp;<code>Migrations, Resource, dan Factory<\/code>? Kita pilih&nbsp;<code>Yes<\/code>&nbsp;saja. Setelah itu kita sudah memiliki Factory, Migrations, Model, dan Controller yang kita butuhkan. Mari kita setting satu-persatu<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Setting Model<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Setting di Model <code>Karyawan <\/code>ini cukup sederhana, cukup tambahkan <code>protected $guarded<\/code> saja untuk memastikan bahwa <em><code>id <\/code><\/em>dari Data Karyawan ini tidak di isi secara sembarangan.<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-syntaxhighlighter-code \"><pre class=\"brush: plain; title: ; notranslate\" title=\"\">\nclass Karyawan extends Model\n{\n    use HasFactory;\n\n    protected $guarded = &#91;&#039;id&#039;];\n}\n<\/pre><\/div>\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Setting Migrations<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Setelah selesai melakukan pengaturan di <code>Model<\/code>, sekarang kita akan terfokus untuk melakukan pengaturan di <code>migrations<\/code>, pada file tabel <code>_create_karyawans_table.php<\/code> kita akan membuat bentuk Tabel kita. Disini akan kita buat berisi <code>nama, email, nomor handphone, <\/code>dan <code>alamat<\/code>.<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-syntaxhighlighter-code \"><pre class=\"brush: plain; title: ; notranslate\" title=\"\">\npublic function up()\n    {\n        Schema::create(&#039;karyawans&#039;, function (Blueprint $table) {\n            $table-&gt;id();\n            $table-&gt;string(&#039;nama&#039;);\n            $table-&gt;string(&#039;email&#039;);\n            $table-&gt;string(&#039;no_hp&#039;);\n            $table-&gt;string(&#039;pekerjaan&#039;);\n            $table-&gt;timestamps();\n        });\n    }\n<\/pre><\/div>\n\n\n<p>Setelah selesai setting <code>Migrations<\/code>, berikutnya kita harus membuat <code>Database<\/code> baru lalu kita juga harus mengatur <em>environment <\/em>dari Projek laravel kita di file <code>.env<\/code> sesuai dengan <code>Database <\/code>yang kita buat.<\/p>\n\n\n\n<p>Buat database baru dengan nama <code>data_karyawan<\/code>, setelah selesai, berikutnya kita buka file <code>.env<\/code> kita lalu setting <code>DB_DATABASE<\/code> nya sesuai nama Database yang kita buat<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-syntaxhighlighter-code \"><pre class=\"brush: plain; title: ; notranslate\" title=\"\">\nDB_CONNECTION=mysql\nDB_HOST=127.0.0.1\nDB_PORT=3306\nDB_DATABASE=data_karyawan\nDB_USERNAME=root\nDB_PASSWORD=\n<\/pre><\/div>\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Membuat Data Dummy<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Setelah selesai setting <code>migrations<\/code>, kita tinggal membuat Data Dummy kita. Data Dummy ini akan kita buat di <code>DatabaseSeeder.php<\/code>. Disini kita akan membuat Data Palsu sesuai dengan kebutuhan kita, sementara ini cukup kita buat 3 Data palsu saja.<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-syntaxhighlighter-code \"><pre class=\"brush: plain; title: ; notranslate\" title=\"\">\n    public function run()\n    {\n        \/\/ \\App\\Models\\User::factory(10)-&gt;create();\n        Karyawan::create(&#91;\n            &#039;nama&#039; =&gt; &#039;Luthfi&#039;,\n            &#039;email&#039; =&gt; &#039;luthfi@gmail.com&#039;,\n            &#039;no_hp&#039; =&gt; &#039;081081081081&#039;,\n            &#039;pekerjaan&#039; =&gt; &#039;Karyawan&#039;\n        ]);\n        Karyawan::create(&#91;\n            &#039;nama&#039; =&gt; &#039;Alfian&#039;,\n            &#039;email&#039; =&gt; &#039;alfian@gmail.com&#039;,\n            &#039;no_hp&#039; =&gt; &#039;081081081081&#039;,\n            &#039;pekerjaan&#039; =&gt; &#039;Karyawan&#039;\n        ]);\n        Karyawan::create(&#91;\n            &#039;nama&#039; =&gt; &#039;Kurniawan&#039;,\n            &#039;email&#039; =&gt; &#039;kurniawan@gmail.com&#039;,\n            &#039;no_hp&#039; =&gt; &#039;081081081081&#039;,\n            &#039;pekerjaan&#039; =&gt; &#039;Karyawan&#039;\n        ]);\n    }\n<\/pre><\/div>\n\n\n<p>Setelah selesai setting Data Dummy, tinggal jalankan saja migrasi kita dengan syntax<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-syntaxhighlighter-code \"><pre class=\"brush: plain; title: ; notranslate\" title=\"\">\nphp artisan migrate:fresh --seed\n<\/pre><\/div>\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Kesimpulan<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Nah setelah kita selesai menyiapkan semua kebutuhan kita, di Part 2 nanti kita akan mulai setting kebutuhan kita untuk Export ke PDF mulai dari Tampilan, sampai <code>Route <\/code>yang akan digunakan.<\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Artikel kali ini akan membahas Sistem Export pada Laravel. Sebelum kita masuk lebih dalam, teman-teman tau engga sih sistem Export adalah sebuah sistem yang sering sekali digunakan dalam Sistem Informasi. Banyak&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":762,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[8],"tags":[165,94,49],"class_list":["post-1096","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-tutorial","tag-export","tag-laravel-8","tag-tutorial"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/duniacoding.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1096","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/duniacoding.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/duniacoding.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/duniacoding.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/duniacoding.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1096"}],"version-history":[{"count":7,"href":"https:\/\/duniacoding.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1096\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1315,"href":"https:\/\/duniacoding.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1096\/revisions\/1315"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/duniacoding.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/762"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/duniacoding.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1096"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/duniacoding.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1096"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/duniacoding.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1096"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}